Rabu, 16 Mei 2012

SEKILAS TENTANG WUSHU

"
 "SEKILAS TENTANG WUSHU"

Pada masa dulu dan juga sekarang masih sering kita dengar kata-kata “Berlatih Kung Fu”, sedikit sekali yang mengatakan berlatih Wushu. Memang sampai saat ini penggunaan istilah Wushu diseluruh dunia belum beragam. Sebab sejarah perjalanan Wushu ke arena olahraga masih pendek dan belum dikenal dan diketahui secara luas. Bila diselami setindak lebih mendalam ke lapisan kebudayaan, Wushu menyangkut falsafah klasik Tiongkok, seni dan kedokteran tradisional dan bidang-bidang lain.  

Di dalam sejarah kebudayaan tiongkok, terdapat sumber-sumber Wushu yang beraneka ragam. Dalam beberapa ribu tahun ini, istilah-istilah yang digunakan bermacam-macam. Istilah yang paling banyak digunakan wuyi atau dalam penterjemahan sebagai martial art. Setelah memasuki abad ke-20 ini istilah Wushu mulai populer. Sebelumnya orang-orang menggunakan dialek Cantonese dan Hokkian, yaitu menggunakan istilah “Kunthao”. Di dunia barat justru istilah “Kung Fu” yang paling populer, oleh karenanya orang menjadi bingung. Istilah Kung Fu sebagai pronome Wushu sesungguhnya diciptakan dan dibawa pulang ke benua Eropa oleh para penginjil Perancis yang berhasil mendalami teknik Qigungdari para Taoist. Pada tahun 60-70an berikut film Kung Fu yang dibintangi oleh eksponen Wushu “Bruce Lee”, istilah Kung Fu menjadi buah bibir tua dan muda.

Kung Fu sebenarnya secara literal berarti kemampuan yang diperoleh dari ketekunan latihan atau dapat diartikan sebagai skill, workmanship, art. Maka peribahasa Tiongkok berkata: “Asalkan Kung Funya (ilmu atau latihannya) mendalam, ibarat tongkat besi diasah menjadi jarum”. Maknanya ialah asalkan kita tekun apa saja yang kita jalani atau pelajari, semuanya akan berhasil. Wushu harus bisa mencapai “Kung Fu” atau dengan tekun menguasai teknik yang mendasar, kokohkan fondasinya, kembangkan teknik dan tenaga.
Apa sebetulnya pengertian Wushu itu?


  Gambar 1. Sama halnya dengan beladiri yang lain Kung Fu mengandalkan kecepatan, ketepatan dan kekuatan dalam tekhniknya (sumber: searching di google)

Wushu berarti ilmu beladiri dan ilmu perang zaman dulu dari Tiongkok. Wushu mempunyai sejarah yang cukup lama dengan mengikuti kemajuan zaman dan keperluannya. Wushu mengandung paham IN-YANG (positif-negatif) sebagai dasar serta mengikuti perkembangan sejarah, akhirnya mempunyai bentuk untuk mengolah diri dan raga, untuk pengobatan dan untuk melatih mental yang dipakai untuk melatih ketentraman. Akhirnya Wushu dari Ilmu Gerak Badan dan Beladiri melangkah menjadi Ilmu Olahraga atau dengan kata lain Wushu dari arena perang berubah ke arena olahraga yang dipertandingkan.

Materi Wushu cukup kaya/banyak, golongannyapun juga banyak. Setiap golongan mempunyai gaya, teknik dan karakte tersendiri tapi pada umumnya teknik berlatih dan pelaksanaannya banyak persamaannya.

Wushu mengutamakan kekuatan dan kelenturan yang saling menunjang. Di dalam kekuatan mengandung kelenturan dan di dalam kelenturan mengandung kekuatan. Nan Quan mempunyai sebutan ganas, kuat dan bertenaga, pada pelaksanaannya tidak selalu harus kuat dan bertenaga. Sebelum mengeluarkan kekuatan harus menyimpan tenaga dulu baru diledakkan tenaganya.

Wushu mengutamakan tenaga dalam dan luar yang harus bersatu, keharmonisan gaya yang alamiah (bentuk luar), gerak tangan, mata dan tubuh serta kekuatannya sehingga tercapai kharisma dan wibawa. Wushu selalu memperhatikan Chi (energi) yang diendapkan di meridian Tan Tien dan mengaturnya. Wushu mengutamakan penyaluran tenaga dalam, otot dan tendon secara lancar, baik, logis dan tepat. Wushu sport dari permulaan mengutamakan Chi yang harus bisa menembus terus menerus, tidak terputus-terputus. Walaupun kekuatannya berkurang tapi Chi-nya tetap bersambung.


Sejak awal perkembangan Wushu, pelatihan Wushu sudah terbagi menjadi dua bagian/jurusan; yang pertama untuk ketahanan fisik, lazim dinamakan qigong atau ilmu pernapasan; yang kedua untuk bertempur secara fisik, lazim dinamakan waigong atau teknik tempur.
Gambar 2. Tekhnik wushu yang lentur dan lincah menghasilkan rangkaian jurus yang indah namun mematikan (sumber: searching di google)

Ilmu pernapasan sering disertai gerakan senam guna melengkapi pelatihannya. Dalam menunjang pelatihan waigong (seni tempur), mereka juga dilengkapi serial latihan gerakan dasar untuk mempersiapkan ketahanan jasmani; gerakan ini menyerupai senam tetapi tidak seberat standar yang dituntut senam sehinga ia lebih mudah dilakukan oleh orang banyak. Bagi mereka yang terlalu berat ikut olahraga senam, Wushu merupakan pilihan terbaik untuk mengembangkan bakat olahraga dan seni keindahan gerakan badan. 

Pelatihan gerakan-gerakan dasar Wushu memang tidak seberat patokan cabang olahraga senam, tetapi sama sekali tidak boleh dianggap enteng. Objek penempaan fisik hampir mencakup seluruh bagian anggota badan, mulai kepala sampai ujung kaki. Seperti jari-jari dan hasta tangan, siku, lutut, telapak tangan dan kaki, tulang punggung dan bahu, refleksi mata dan telinga, dsb. Sesuai kondisi masing-masing latihan dapat dimulai sejak usia enam tahun sampai usia lanjut. Gerakan Wushu komplit; meliputi berjalan, lari, lompat, teknik pukulan dan tendangan, keseimbangan, salto, kip, push up dan lain-lain.

Hasil yang dicapai latihan Wushu tidak kalah dengan cabang olahraga atletik maupun renang karean sama-sama mencangkup keseluruhan ketahanan tubuh. Keuntungan berlatih Wushu sebagaimana terurai di atas, masih akan diraih keuntungan di samping seperti ketajaman kewaspadaan lingkungan, karena dalam pelatihan seseorang dituntut mewaspadai lawan; keserasian gerakan dan reaksi anggota tubuh lebih gesit, demikian pula kepercayaan akan kemampuan diri dalam menghadapi tantangan yang tidak diinginkan.


Sampai kini pecinta Wushu di dunia internasional setiap hari bertambah banyak. Ini semua bukan tidak berdasar, tapi disebabkan karena Wushu mempunyai cara berlatih yang berharga (bernilai). Banyak yang telah membuktikan bahwa dengan berlatih Wushu bisa meningkatkan daya tahan tubuh, membeladiri dari penyakit dan mengadakan pengobatan secara terapi. Siapapun mengetahhui bahwa Wushu adalah seni Ilmu Beladiri yang bisa dipakai untuk menyerang dan menangkis serangan. Melalui latihan Wushu kita bisa belajar teknik beladiri dari serangan musuh dan penyakit. Wushu sudah sejak ribuan tahun selalu memakai filsafat sopan santun, mengutamakan moral dan moral ini merupakan syarat utama. Melalui latihan Wushu manusia menjadi tenang, tidak sombong serta saling menghormati antar sesama manusia, dapat mengendalikan diri secara sempurna. (dari berbagai sumber)
 



"
 "SEKILAS TENTANG WUSHU"

Pada masa dulu dan juga sekarang masih sering kita dengar kata-kata “Berlatih Kung Fu”, sedikit sekali yang mengatakan berlatih Wushu. Memang sampai saat ini penggunaan istilah Wushu diseluruh dunia belum beragam. Sebab sejarah perjalanan Wushu ke arena olahraga masih pendek dan belum dikenal dan diketahui secara luas. Bila diselami setindak lebih mendalam ke lapisan kebudayaan, Wushu menyangkut falsafah klasik Tiongkok, seni dan kedokteran tradisional dan bidang-bidang lain.  

Di dalam sejarah kebudayaan tiongkok, terdapat sumber-sumber Wushu yang beraneka ragam. Dalam beberapa ribu tahun ini, istilah-istilah yang digunakan bermacam-macam. Istilah yang paling banyak digunakan wuyi atau dalam penterjemahan sebagai martial art. Setelah memasuki abad ke-20 ini istilah Wushu mulai populer. Sebelumnya orang-orang menggunakan dialek Cantonese dan Hokkian, yaitu menggunakan istilah “Kunthao”. Di dunia barat justru istilah “Kung Fu” yang paling populer, oleh karenanya orang menjadi bingung. Istilah Kung Fu sebagai pronome Wushu sesungguhnya diciptakan dan dibawa pulang ke benua Eropa oleh para penginjil Perancis yang berhasil mendalami teknik Qigungdari para Taoist. Pada tahun 60-70an berikut film Kung Fu yang dibintangi oleh eksponen Wushu “Bruce Lee”, istilah Kung Fu menjadi buah bibir tua dan muda.

Kung Fu sebenarnya secara literal berarti kemampuan yang diperoleh dari ketekunan latihan atau dapat diartikan sebagai skill, workmanship, art. Maka peribahasa Tiongkok berkata: “Asalkan Kung Funya (ilmu atau latihannya) mendalam, ibarat tongkat besi diasah menjadi jarum”. Maknanya ialah asalkan kita tekun apa saja yang kita jalani atau pelajari, semuanya akan berhasil. Wushu harus bisa mencapai “Kung Fu” atau dengan tekun menguasai teknik yang mendasar, kokohkan fondasinya, kembangkan teknik dan tenaga.
Apa sebetulnya pengertian Wushu itu?


  Gambar 1. Sama halnya dengan beladiri yang lain Kung Fu mengandalkan kecepatan, ketepatan dan kekuatan dalam tekhniknya (sumber: searching di google)

Wushu berarti ilmu beladiri dan ilmu perang zaman dulu dari Tiongkok. Wushu mempunyai sejarah yang cukup lama dengan mengikuti kemajuan zaman dan keperluannya. Wushu mengandung paham IN-YANG (positif-negatif) sebagai dasar serta mengikuti perkembangan sejarah, akhirnya mempunyai bentuk untuk mengolah diri dan raga, untuk pengobatan dan untuk melatih mental yang dipakai untuk melatih ketentraman. Akhirnya Wushu dari Ilmu Gerak Badan dan Beladiri melangkah menjadi Ilmu Olahraga atau dengan kata lain Wushu dari arena perang berubah ke arena olahraga yang dipertandingkan.

Materi Wushu cukup kaya/banyak, golongannyapun juga banyak. Setiap golongan mempunyai gaya, teknik dan karakte tersendiri tapi pada umumnya teknik berlatih dan pelaksanaannya banyak persamaannya.

Wushu mengutamakan kekuatan dan kelenturan yang saling menunjang. Di dalam kekuatan mengandung kelenturan dan di dalam kelenturan mengandung kekuatan. Nan Quan mempunyai sebutan ganas, kuat dan bertenaga, pada pelaksanaannya tidak selalu harus kuat dan bertenaga. Sebelum mengeluarkan kekuatan harus menyimpan tenaga dulu baru diledakkan tenaganya.

Wushu mengutamakan tenaga dalam dan luar yang harus bersatu, keharmonisan gaya yang alamiah (bentuk luar), gerak tangan, mata dan tubuh serta kekuatannya sehingga tercapai kharisma dan wibawa. Wushu selalu memperhatikan Chi (energi) yang diendapkan di meridian Tan Tien dan mengaturnya. Wushu mengutamakan penyaluran tenaga dalam, otot dan tendon secara lancar, baik, logis dan tepat. Wushu sport dari permulaan mengutamakan Chi yang harus bisa menembus terus menerus, tidak terputus-terputus. Walaupun kekuatannya berkurang tapi Chi-nya tetap bersambung.


Sejak awal perkembangan Wushu, pelatihan Wushu sudah terbagi menjadi dua bagian/jurusan; yang pertama untuk ketahanan fisik, lazim dinamakan qigong atau ilmu pernapasan; yang kedua untuk bertempur secara fisik, lazim dinamakan waigong atau teknik tempur.
Gambar 2. Tekhnik wushu yang lentur dan lincah menghasilkan rangkaian jurus yang indah namun mematikan (sumber: searching di google)

Ilmu pernapasan sering disertai gerakan senam guna melengkapi pelatihannya. Dalam menunjang pelatihan waigong (seni tempur), mereka juga dilengkapi serial latihan gerakan dasar untuk mempersiapkan ketahanan jasmani; gerakan ini menyerupai senam tetapi tidak seberat standar yang dituntut senam sehinga ia lebih mudah dilakukan oleh orang banyak. Bagi mereka yang terlalu berat ikut olahraga senam, Wushu merupakan pilihan terbaik untuk mengembangkan bakat olahraga dan seni keindahan gerakan badan. 

Pelatihan gerakan-gerakan dasar Wushu memang tidak seberat patokan cabang olahraga senam, tetapi sama sekali tidak boleh dianggap enteng. Objek penempaan fisik hampir mencakup seluruh bagian anggota badan, mulai kepala sampai ujung kaki. Seperti jari-jari dan hasta tangan, siku, lutut, telapak tangan dan kaki, tulang punggung dan bahu, refleksi mata dan telinga, dsb. Sesuai kondisi masing-masing latihan dapat dimulai sejak usia enam tahun sampai usia lanjut. Gerakan Wushu komplit; meliputi berjalan, lari, lompat, teknik pukulan dan tendangan, keseimbangan, salto, kip, push up dan lain-lain.

Hasil yang dicapai latihan Wushu tidak kalah dengan cabang olahraga atletik maupun renang karean sama-sama mencangkup keseluruhan ketahanan tubuh. Keuntungan berlatih Wushu sebagaimana terurai di atas, masih akan diraih keuntungan di samping seperti ketajaman kewaspadaan lingkungan, karena dalam pelatihan seseorang dituntut mewaspadai lawan; keserasian gerakan dan reaksi anggota tubuh lebih gesit, demikian pula kepercayaan akan kemampuan diri dalam menghadapi tantangan yang tidak diinginkan.


Sampai kini pecinta Wushu di dunia internasional setiap hari bertambah banyak. Ini semua bukan tidak berdasar, tapi disebabkan karena Wushu mempunyai cara berlatih yang berharga (bernilai). Banyak yang telah membuktikan bahwa dengan berlatih Wushu bisa meningkatkan daya tahan tubuh, membeladiri dari penyakit dan mengadakan pengobatan secara terapi. Siapapun mengetahhui bahwa Wushu adalah seni Ilmu Beladiri yang bisa dipakai untuk menyerang dan menangkis serangan. Melalui latihan Wushu kita bisa belajar teknik beladiri dari serangan musuh dan penyakit. Wushu sudah sejak ribuan tahun selalu memakai filsafat sopan santun, mengutamakan moral dan moral ini merupakan syarat utama. Melalui latihan Wushu manusia menjadi tenang, tidak sombong serta saling menghormati antar sesama manusia, dapat mengendalikan diri secara sempurna. (dari berbagai sumber)
 



5 komentar:

jqpandanus mengatakan... Best Blogger Tips

MOHON KOMENTAR DARI PEMBACA, TRIMS

Unknown mengatakan... Best Blogger Tips

tak terok oleh ora ki......

Unknown mengatakan... Best Blogger Tips

Mantaf

InTips mengatakan... Best Blogger Tips

Tak nyangka sekarang wushu menjadi cabang olah raga yang semakin populer.
teknik dasar bola basket

dewi mengatakan... Best Blogger Tips

halo gamer sejati di indonesia, aku ingin memberitakan permainan uang asli yang lagi booming belakangan ini di kalangan masyarakat, yang umumnya pada anak muda, dimana disini kami menawarkan banyak permainan yang mungkin gamer-gamer sekalian ingin coba, langsung saja kita klik permainan yang anda inginkan !!

- KINGKONG
- JOKER123

kami dari situs atau website DISNEYSLOT memberikan banyak promo loch guys buat kalian, nah silakan lihat di bawah ini ya :

*Bonus New member 50%
*Bonus Next Deposit 20% maks 300rb ( ex : deposit 50rb bonus 10rb ( bisa di klaim 30x ) )
*Bonus cashback 5%
*Dan Lain Lain

ayo buruan daftar Kesini !!

Posting Komentar

SELAMAT DATANG DI WEBSITE jqpandanus