Minggu, 22 Desember 2013

Rejeki Akhir Tahun 2013: Jual Sofa L Minimalis Harga Terjangkau


Kali ini saya akan menawarkan kepada agan sekalian Sofa L Minimalis Harga Terjangkau
Spesifikasi:
  • Bahan oscar 
  • Sofa 4 seat
  • 3 variasi
  • Minimalis
  • Kondisi barang 100 % NEW
  • Harga Rp 3.200.000 nego halus
  • Harga belum termasuk ongkir
  • Bisa langsung COD di Bekasi dan sekitarnya
  • Ready Stock
  • Siap dikirim ke seluruh daerah Indonesia
  • Siap melayani bagi yang berminat menjadi reseller
  • Anda berminat segera hubungi sdr. Zaky sekarang di nomor, 0856-282-0086

Gambar 1. Sofa L digunakan di ruang tamu

Gambar 2. Sofa L digunakan di ruang keluarga

Gambar 3. Sofa L digunakan di ruang keluarga

Kamis, 10 Oktober 2013

ASAL USUL KATA "JAPAN KARATE" PADA JAPAN KARATE ASSOCIATION (JKA)

 (sumber gambar: www.northshoreshotokankarate.com)

Salam Karate Osh !
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua
Om swasti astu

Kali ini saya ingin berbagi kepada pembaca terutama bagi anda penggiat karate. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah buku karate yang menarik, buku tersebut dipinjamkan oleh seorang sahabat dan juga sensei di salah satu dojo INKAI di Kota Negara, Kabupaten Jembrana. Judul buku tersebut adalah "Shotokan Masters: in Their Own Words" yang disusun oleh seorang jurnalis beladiri ternama berkebangsaan Spanyol, Jose M. Fraguas.

Buku tersebut merangkum opini para master Shotokan terhadap Shotokan itu sendiri (Karate-do). Dari sekian banyak tulisan di buku setebal 117 halaman ini, saya menemukan tulisan yang menarik yaitu asal usul kata "Japan Karate" pada Japan Karate Association (JKA).

Tulisan tersebut terdapat pada bagian opini sensei Osamu Ozawa, salah satu murid master Gichin Funakoshi dan junior dari sensei Masatoshi Nakayama. Master Gichin Funakoshi pernah membacakan suatu puisi, "There is an island to the south, where there is a beutiful art. This is Karate", kata sensei Osamu Ozawa sambil menirukan.

Sensei Osamu Ozawa menambahkan, "master Gichin Funakoshi selalu mangatakan seni ini dengan sebutan "Japanese Karate" karena Karate oleh Jepang dan untuk Jepang". "Itulah kenapa JKA dan tidak ada klub karate di Jepang yang disebut dengan "Shotokan", tutup sensei Osamu Ozawa.

Sekian tulisan saya pada kali ini, semoga bermanfaat dan dapat memotivasi anda para penggiat Karate. Salam Karate Osh ! Wassalamu'alaikum Wr. Wb. Om swasti astu


Senin, 23 September 2013

PRINSIP TEKNIK DASAR KARATE

Gambar 1. Buku Dynamic Karate by Masatoshi Nakayama - Doc AbdulRohmanZaky

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menyampaikan ikhtisar pendahuluan buku Dynamic Karate (The New Way of  Teaching Karate) yang ditulis oleh M. Nakayama (1966) diterbitkan oleh penerbit Kodansha International. Dalam pendahuluannya Pak Nakayama menyampaikan dengan cerdas, singkat, tepat dan padat prinsip teknik dasar karate dan poin-poin utama dalam pembelajaran karate. Materi yang disampaikan pada pendahuluan tersebut merupakan ruh dari buku ini, karena pada bab-bab selanjutnya merupakan breakdown dari apa yang disampaikan dalam pendahuluan.
Prinsip-Prinsip Teknik Dasar Karate
  • Tsuki (punching), uchi (striking), keri (kicking), dan uke (blocking) merupakan teknik karate yang fundamental. Teknik-teknik tersebut jugalah yang membuat bela diri ini semakin fundamental.
  • Sungguh mengejutkan, ternyata teknik karate telah melalui kajian dan percobaan secara berkesinambungan yang dilakukan oleh para pendahulu (Master Ghicin Funakoshi dkk) dan teknik tersebut selaras dengan prinsip-prinsip keilmuan modern. Ini memungkinkan karate sebagai cabang ilmu keolahragaan/sport science sebagaimana ilmu ilmiah yang lain, mengingat Pak Nakayama sendiri merupakan dosen sekaligus ilmuwan dalam bidang pyshical education di Takhushoku University.
  • Bagaimanapun juga, pengembangan teknik karate akan selalu dilakukan oleh para pewaris karate. Artinya ilmu ini bersifat dinamis, tidak statis sebagaimana ilmu fisika yang berkembang seiring dengan perkembangan ilmu itu sendiri dan kebutuhan umat manusia.
Poin-Poin Utama Dalam Pembelajaran Karate 
  • Bentuk, Keseimbangan dan Berpusat dari Gravitasi (center of gravity), karate bukanlah sekedar olahraga semata namun ilmu ini juga bermanfaat secara optimum untuk kesehatan tubuh manusia (fisik) dan psikologi. Hal ini dikatakan demikian karena posisi, bentuk teknik karate telah disesuaikan dengan anatomi tubuh manusia. Selanjutnya keseimbangan, dalam teknik karate, seringkali seorang karateka berada pada posisi berdiri dengan satu kaki ketika menyerang maupun bertahan, sehingga aspek keseimbangan ini sangatlah penting bagi seorang karateka agar tidak goyah ketika sedang beraksi. Kemudian aspek berpusat dari gravitasi merupakan pemanfaatan gaya gravitasi dalam teknik karate sehingga posisi seorang karateka tidak mudah goyah dan tendangan serta pukulan akan lebih kuat.
  • Kekuatan dan Kecepatan, ini merupakan faktor penting dalam semua beladiri terlebih karate. Kekuatan dapat diperoleh dengan latihan fisik yang tepat dan fokus dalam bertindak. Serupa dengan kekuatan, kecepatan juga merupakan faktor penting dalam karate. Jika kekuatan dipadukan dengan kecepatan, maka daya hancur akan semakin besar. Sebagaimana kecepatan pukulan seorang karateka yang terlatih dapat mencapai 43 kaki/detik (1 kaki=0.3048 m) atau kurang lebih 13.1064 m/detik. Adapun daya hancurnya mencapai 1500 pounds (1 pounds=0.4535923 kg) atau kurang lebih 680.8845 kg. Perlu diperhatikan bahwa kecepatan tanpa kontrol yang baik akan tidak maksimal.
  • Konsentrasi Pada Kekuatan, pukulan/tendangan akan lemah jika dilakukan dengan tangan/lutut saja. Untuk mencapai kekuatan yang maksimal maka seorang akarateka perlu menggunakan seluruh bagian tubuhnya secara simultan. Ketika pukulan/tendangan dilakukan, kekuatan akan berpindah dari pusat tubuh menuju otot mayor dan berakhir pada lengan/kaki. Kekuatan ini berpindah dari bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain dengan kecepatan 1/100 detik. Jika dilakukan dengan fokus maka kekuatan tersebut dapat diledakan pada titik akhirnya. Latihan yang tepat akan membangun fokus pada lengan ketika memukul/pada kaki ketika menendang dan ini akan menciptakan daya ledak.
  • Peranan Kekuatan Otot, perlu diketahui bahwa kekuatan untuk memindahkan tubuh disuplai dengan otot maka mutlah seorang karateka memiliki otot yang kuat. Ketika otot-otot dioperasikan secara total makateknik akan semakin kuat dan efektif.
  • Ritme, ritme yang baik akan menunjang seorang karateka dalam mempraktekan kata maupun kumite. Kapan kiranya gerakan itu melambat dan kapan ia harus cepat.
  • Waktu yang tepat (Timing), merupakan suatu keharusan dalam mengaplikasikan teknik sehingga timing yang terlalu cepat tidak baik dan sebaliknya terlalu lambat pun juga tidak baik. Untuk mencapai timing yang tepat maka posisi kaki dan tangan pun harus pada posisi yang tepat pula sehingga akan lebih mudah mengaplikasikannya pada timing yang tepat.
  • Energi berpusat di bawah perut dan pinggul. "hit with your hips" or "throw with your hips"
Analisis Eksperimen Pergerakan Karate
Pak Nakayama dengan Prof. Yoshio Kato dari Universitas Takushoku, Tokyo melakukan eksperimen terhadap pergerakan karate utnuk kemudian dianalisa. Berikut hasilnya:
Kecepatan Pukulan Lurus:
  • DAN IV rata-rata kecepatannya 5.06 m/s, kecepatan maksimal 7.10 m/s, kecepatan pukulan kembali 5.16 m/s
  • DAN II rata-rata kecepatannya 3.25 m/s, kecepatan maksimal 6.71 m/s, kecepatan pukulan kembali 4.48 m/s
  • KYU 8 rata-rata kecepatannya 2.88 m/s, kecepatan maksimal 4.68 m/s, kecepatan pukulan kembali 2.90 m/s
Kecepatan Terjangan Pukulan Mendadak:
  •  DAN IV rata-rata kecepatannya 5.52 m/s, kecepatan maksimal 12.64 m/s, kecepatan pukulan kembali 8.21 m/s
  •  DAN II rata-rata kecepatannya 5.84 m/s, kecepatan maksimal 11.45 m/s, kecepatan pukulan kembali 7.78 m/s
  • KYU 8 rata-rata kecepatannya 3.35 m/s, kecepatan maksimal 7.10 m/s, kecepatan pukulan kembali 4.56 m/s
Sedangkan untuk record tameshiwari daya hancurnya mencapai 1.5 kg dengan pukulan lurus.

Demikianlah sedikit ikhtisar yang bisa saya sampaikan, apabila terdapat kekurangan dan kesalahan silahkan didiskusikan pada kolom komentar di bawah ini. Trims, salam.


Jumat, 20 September 2013

PEMANFAATAN WIENER FILTER DAN MEDIAN FILTER PADA DATA KLOROFIL-a

Dalam menyajikan data terkadang didapatkan data yang kurang baik jika disajikan dalam bentuk visual. Hal ini dikarenakan adanya data dengan frekuensi yang tinggi ataupun yang rendah dibandingkan dengan data-data sekitarnya. Berbagai macam metode pengolahan data ini pun muncul, misalnya teknik smothing.

Pada kesempatan kali ini penulis melakukan teknik smothing dengan mengaplikasikan wiener filter dan median filter pada data klorofil-a produk level 3 modis. Adapun 2 metode filter tersebut dilakukan dalam software python shell 2.6 dengan menggunakan berbagai modul pyhton diantaranya, modul scientific python, numerik python, matplotlib python dan pyhdf.

Adapun data klorofil-a merupakan produk level 3 bulanan citra aquamodis yang didapatkan dari oceancolor. Berikut tampilannya:



Selanjutnya dilakukan smothing pada data dengan menggunakan wiener filter:
Kemudian dilakukan smothing pada data dengan menggunakan median filter:
Pesan dari penulis sebelum mengaplikasikan teknik smothing di atas adalah:
  • diharapkan terlebih dahulu mengetahui dan paham tentang teori filter, terutama wiener dan median filter.  Apa saja fungsinya dan aplikasinya dalam pengolahan data.
  • diharapkan mengetahui dan paham fungsi-fungsi modul pada python, bisa dilihat di guide book modul-modul python
  • diharapkan mengetahui jenis spesifik dan sifat data yang akan diolah
  • perlu diketahui saat ini pun penulis masih belajar dalam teknik smoothing ini dan sejenisnya.
 Semoga bermanfaat, salam.

Rabu, 14 Agustus 2013

PERANAN MANGROVE

Melanjutkan postingan saya yang sebelumnya (apa yang dimaksud dengan mangrove) kali ini saya akan berbagi tentang peranan mangrove, berikut uraiannya.
Secara umum mangrove memiliki 3 peranan penting yaitu fisik, ekologis dan ekonomi. Pada segi fisik, mangrove memiliki akar dan batang yang berfungsi sebagai penahan dari aksi gelombang yang akan menyebabkan terjadinya erosi pantai dan penjebak sedimen sehingga akan mempercepat terjadinya akresi ke arah laut sehingga akan membentuk lahan baru, selain itu akar mangrove juga berperan dalam mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan (Tomlinson, 1994; Dahuri et al., 2000)

Gambar 1. Nampak dua orang anak asik bermain sampan di sekitar barisan bibit mangrove, Desa
Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak - Doc AbdulRohmanZaky

 Berdasarkan ekologis, Dahuri, et al. (2000) menyatakan bahwa komunitas mangrove memiliki peranan penting sebagai penjaga keseimbangan antara ekosistem darat dan ekosistem laut sehingga keberadaannya perlu dilestarikan sebagai kawasan green belt dan ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Kennish (1990) menambahkan bahwa mangrove juga berperan penting dalam siklus hidup berbagai spesies ikan, krustasea dan moluska, karena lingkungan mangrove menyediakan perlindungan dan makanan berupa bahan organik dalam rantai makanan. Bahan organik tersebut akan dimanfaatkan oleh organisme yang hidup pada lingkungan mangrove dan sekitarnya sebagai penunjang kebutuhan hidupnya. Hogarth (2007) menambahkan bahwa peranan ekologis lainnya adalah akar mangrove dapat menyerap polutan berbahaya (logam berat dan bahan organik) yang berasal dari buangan limbah maupun bahan organik yang berasal dari hutan mangrove itu sendiri.

Gambar 2. Sampah menumpuk di sekitar kawasan mangrove yang rusak, Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara - Doc AbdulRohmanZaky

 Adapun dari segi ekonomi, ekosistem mangrove memiliki peranan secara langsung dan tidak langsung. Peranan secara langsung berupa pemanfaatan yang dapat dirasakan secara langsung dari keberadaan pohon mangrove itu sendiri. Produk yang dihasilkan oleh hutan mangrove antara lain obat-obatan, kayu, buah dan bahan pengawet yang dapat digunakan sebagai pengawet jala (berasal dari kulit mangrove). Buah mangrove dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan makanan sedangkan bibit mangrove dijual dalam upaya rehabilitasi kawasan pesisir. Kayu  mangrove dapat digunakan sebagai bahan bangunan, arang, kayu bakar dan bahan baku  industri pembuatan kertas (Wetland, 2006).

Gambar 3. Tampak barisan bibit bakau berbaris rapih di pematang tambak. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak pemanfaatan mangrove, yaitu sebagai area budidaya, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak - Doc AbdulRohmanZaky

Selanjutnya, peranan secara tidak langsung berupa pemanfaatan secara tidak langsung dapat dirasakan dari pemanfaatan mangrove meliputi ekowisata dan budidaya perikanan (silvofishery) yang memanfaatkan kawasan mangrove sebagai daerah budidaya perikanan alami (Dahuri, et al., 2000).

Referensi:

Dahuri, H. R, J. Rais, S.P. Ginting dan M. J. Sitepu. 2000. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. PT. Pradnya Paramita, Jakarta.   
Hogarth, P. J. 2007. The Biology of Mangroves. Oxford University Press Inc. New York.
Kennish, M. J. 1990. Ecology of Estuaries; Volume II Biological Aspect. CRC Press. Boca Raton, Ann Arbor, Boston.
Tomlinson, P. B. 1994. The Botany of Mangrove. Cambridge University Press. Cambridge, U. K.  
Wetlands. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PHKA/WI-IP, Bogor.  

APA YANG DIMAKSUD DENGAN MANGROVE

Mungkin sudah banyak dari kita yang familiar dengan istilah mangrove, terlebih menurut Ditjen KPPPK (2005) negara kita merupakan salah satu negara yang memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia sehingga sudah barang tentu istilah mangrove dimengerti oleh orang Indonesia. Namun, bagi anda yang belum mengerti bahkan asing dengan istilah tersebut maka di sini saya akan berbagi pengetahuan istilah tersebut sejauh yang saya tahu beserta referensi yang pernah saya baca, berikut uraiannya.



Gambar 1. Ekosistem Mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah - Doc AbdulRohmanZaky

 Menurut Dawes (1981), kata mangrove berasal dari bahasa Portugis untuk pohon bakau (Rhizophora mangle) dan bahasa Inggris untuk tegakan pohon (grove) sehingga secara harfiah diterjemahkan sebagai tegakan pohon bakau. Komunitas tumbuhan ini terdiri dari berbagai spesies pohon kayu dan semak yang mampu beradaptasi terhadap wilayah di bawah pengaruh pasang surut sepanjang garis pantai (English et al., 1997; Hogarth, 2007). Mangrove merupakan ekosistem yang spesifik karena pada umumnya hanya dijumpai di pantai yang berombak relatif kecil, estuaria, laguna dan di sepanjang delta (Hogarth, 2007). Nybakken (1992) menambahkan bahwa vegetasi mangrove tidak ditemukan pada pantai yang terjal dan berombak besar dengan arus pasang surut yang kuat. Menurut Dahuri (2003), hutan mangrove dapat disebut hutan payau, hutan pasang-surut dan hutan bakau. Bakau sebenarnya hanya salah satu spesies tumbuhan yang menyusun hutan mangrove, yaitu  spesies Rhizophora spp. Dengan demikian pemberian istilah hutan bakau dinilai kurang tepat. Oleh karena itu, ditetapkanlah istilah hutan mangrove sebagai nama baku untuk mangrove forest.

Gambar 2. Ekosistem Mangrove di Kelurahan Mangunharjo, Kota Semarang, Jawa Tengah - Doc AbdulRohmanZaky

Selanjutnya Dahuri (2003) menambahkan bahwa hutan mangrove merupakan tipe hutan tropika dan subtropika yang khas, tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Mangrove banyak dijumpai di wilayah pesisir yang terlindung dari gempuran ombak dan berada pada daerah yang landai. Mangrove dapat tumbuh optimal di wilayah pesisir yang memiliki muara sungai besar dan delta yang aliran airnya banyak mengandung lumpur. Sedangkan di wilayah pesisir yang tidak bermuara sungai, pertumbuhan vegetasi mangrove tidak dapat optimal. Mangrove sulit bahkan tidak dapat tumbuh di wilayah pesisir yang terjal dan berombak besar dangan arus pasang-surut kuat, karena kondisi ini tidak memungkinkan terjadinya pengendapan lumpur yang diperlukan sebagai substrat bagi pertumbuhannya.
 Referensi:

Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut: Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Dawes, C. J. 1981. Marine Botany. Jhon Wiley and Sons New York.

Direktorat Pesisir dan Lautan. 2005. Pedoman Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Departemen Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Jakarta. 

English, S., C. Wilkinson dan V. Basker. 1997. Mangrove, Bioethics and The Environment. Proceeding of The Intertidal Bioethics Workshops in Madras; Biomanagement of Biogeoresources. Departement of Zoologi, University of Madras, Guindy Campus. Chenai. 
Hogarth, P. J. 2007. The Biology of Mangroves. Oxford University Press Inc. New York. 
Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologis. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.  

Minggu, 10 Maret 2013

UJIAN DAN ZONE IV FEDERASI KARATE TRADISIONAL INDONESIA DI KOTA SURAKARTA

Gambar 1. Peserta Ujian DAN Nasional Federasi Karate Tradisional 2010 di Kota Surabaya. Tampak Sensei Sabeth Mukhsin (tengah) dan para sensei dari berbagai daerah. Doc-AbdulRohmanZaky

Surakarta, 12 Maret 2013. Federasi Karate Tradisional Zona IV kembali mengadakan perhelatan akbarnya di tahun ini yaitu "Ujian DAN Zone IV Federasi Karate Tradisional" yang bertempat di kampus Institut Seni Surakarta (ISI) di kota Surakarta. Zona IV sendiri terdiri dari kepengurusan FKTI JATENG-DIY dimana kepanitian ujian DAN kali ini pun dipelopori dan dikelola oleh seluruh MSH dan anggota FKTI Zona IV. Ujian DAN ini pun berlangsung selama 5 hari ( 12 - 16 Maret 2013) dimana kegiatan diisi dengan gashuku yang salah satunya bertujuan untuk menyamakan konsep teknik dasar (kihon), kumite, kata, wawasan dan pengetahuan karate tradisional, ramah tamah, silaturrohim dan ujian DAN di puncak acara. 

Gambar 2. Tampak para peserta Ujian DAN Nasional FKTI 2010 bersuka cita di sela-sela ramah tamah. Doc-AbdulRohmanZaky

"Kami siap mengadakan ujian DAN Zone IV...!" tegas sensei Sumedi Santoso (DAN V FKTI) pada bulan Januari lalu di sela-sela agenda gashuku di kampus ISI Surakarta. "Setidaknya dari Korda JATENG sudah mengamini agenda Ujian DAN Zone IV di bulan Maret nanti dan kami MSH se JATENG-DIY juga harus bersiap-siap untuk mengadakan perhelatan tersebut" kata Pak Wagiman (DAN II FKTI) di sela-sela latihan di Kodim 07 33 BS Kota Semarang.

Setidaknya Ujian DAN Zone IV kali ini akan dihadiri lebih dari 50 karateka tradisional baik dari lingkup Zone IV sendiri ataupun dari Zone yang lain seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Batam, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, NTB dan NTT. Selain sebagai ajang ujian bagi para karateka peserta ujian, acara ini juga diharapkan sebagai sarana silaturrohim antar sesama karate tradisional se Indonesia yang di naungi oleh satu-satunya organisasi pemersatu karate tradisional yang legal di Indonesia yaitu Federasi Karate Tradisional Indonesia.
Jayalah Terus Karate Indonesia !
Jayalah Terus FKTI !






Jumat, 23 November 2012

DEMAK ITU TANAH TUO

Pagi yang cerah di pertengahan bulan November tahun 2012 di Kota Semarang, aku berniat pulang ke kota asalku Bekasi. Kepergianku meninggalkan Semarang karena memenuhi panggilan interview dari salah satu perusahaan kontraktor multinasional terkemuka di bilangan Krakatau Posco Project, Cilegon, Banten. "Alhamdulillah dari sekian lamaranku yang aku apply, akhirnya ada juga yang nembus", Batinku. 

Panggilan interview yang sangat mendadak yaitu H-2 memaksaku untuk bergegas pulang ke rumah. Akhirnya di pagi-pagi buta yaitu dua hari setelah panggilan tersebut aku pun bergegas pulang, nekat saja menuju stasiun tanpa berpikir apakah masih ada tiket yang tersisa untuk hari ini. Awalnya aku berniat "nyuwun tulung" kepada sahabat karibku untuk mengantarkanku ke sstasiun. Namun, apa daya? dari sekian banyak sahabat yang aku hubungi ternyata mereka semua tidak bisa, ya dengan berbagai alasan logis mereka "Wah sori brow, lagi nggak di semarang ik", kata mereka. Aku pun mengiyakan alasan mereka itu, selanjutnya tanpa pikir panjang aku pun mencari taksi untuk mengantarkanku ke Stasiun Tawang. "Wah klo begini caranya harus pake taksi, gak papalah ngeluarin duit lebih..." batinku.

Gambar. "Masjid Agung Demak" kebanggaan masyarakat Demak - Doc AbdulRohmanZaky

Singkat cerita, aku pun menemukan taksi yang dimaksud di bilangan patung kuda, Ngesrep dan langsung saja aku sambangi taksi putih pabrikan perusahaan otomotif dari negeri gingseng itu. Sesosok laki-laki paruh baya, ya kira-kira 45an duduk di kabin pengemudi dan aku pun langsung menemuinya "Pak ke Tawang, bisa?" tanyaku ke pak sopir. "Owh bissa mas.." sambar pak sopir. "Akhirnya bisa berangkat juga, alhamdulillah..."batinku. 

Taksi putih itu pun meluncur cepat membelah jalan setiabudi, Semarang. Selama di perjalanan aku mengobrol dengan bapak sopir tersebut. Awalnya suasana hening tanpa adanya obrolan, rasanya dingin dan kaku apalagi ditambah dengan ac taksi yang cukup dingin. Karena suasana yang kurang asik itu, aku pun berinisiatif untuk mengawali obrolan ku dengan beliau. "Bapak asli Semarang?" tanyaku. "Nggak mas, saya asli Demak.." jawabnya. "Owh Demak...berarti bapak tahu daerah Bedono ya?" tanyaku lagi. "Ya mas...koq masnya tahu?" tanya si bapak keheranan. "Ya tahu pak, dulu semasa kuliah saya pernah penelitian di sana..." terangku. "Wah makin parah saja itu mas, Bedono..." si bapak menjelaskan. "Mang pemerintah daerah nggak turun pak? " tanyaku penasaran. "Ya turun mas tapi ya sebatas turun saja..." jawab si bapak. "tu memang bencana mas, peringatan dari  Yang di atas untuk masyarakat dan pemerintah Demak" terang si bapak. "Owh...koq pemerintah Demak pak? memang da pa?" tanyaku penasaran. "Ya mas, pemerintah Demak tu gak bener, uang bantuan untuk rakyat dikorupsi..." kata si bapak menggebu-gebu. "Mungkin hanya oknum saja pa? " sambungku. "Ya lihat saja mas, walaupun oknum nanti juga akan tahu rasa..." si bapak melanjutkan. "Tahu rasa? memangnya kenapa pak?" aku penasaran. "Ya oknum pemerintah yang "main" dengan amanah rakyat maka akan binasa...bisa sakit, jatuh miskin, mati...!" jawab si bapak tegas. "Mati?..." aku terheran-heran. "Ya mati mas...lha wong Demak ini tanah tuo...makanya setiap kali ada pemimpin Demak yang tidak amanah maka bisa dipastikan akan berujung pada kematian" tegas bapak. "Koq bisa ya pak?" tanyaku masih penasaran. "Ya bisa mas...Demak itu tanah tuo, makanya jangan sekali-kali memainkan tanah tuo..." jawab si bapak. "Owh gtuh..."aku pun mengiyakan.

Tidak terasa akhirnya sampai juga di stasiun Tawang dan aku pun mengakhiri percakapan menarik tersebut walaupun aku masih ingin menggali apa yang dimaksud dengan pernyataan bapak itu bahwa Demak adalah tanah tuo..."Ya sudah mungkin lain kali aku tanyakan ke warga Demak" batinku seraya meninggalkan taksi putih itu menuju lobby stasiun. Wallahu a'lam bis showab.

Minggu, 18 November 2012

FKTI-INKAI KARATE TRADISIONAL KORDA JATENG MENGGEMPARKAN SURAKARTA

18 November 2012, pagi itu pukul 07.00 WIB sejumlah 150 lebih karateka tradisional sedang lari berbaris tegap membelah keramaian car free day di seputar bilangan Geladak, Surakarta. Para karateka kemudian melanjutkan perjalanannya menuju kampus ISI Surakarta, sontak para pengguna jalan yang didominasi oleh masyarakat Kota Solo itu dikejutkan dengan kehadiran sejumlah muda-mudi gagah berpakaian putih-putih ala Jepang itu.
Setelah sukses berkeliling kota, para karateka tersebut mengakhiri perjalanan mereka di kampus ISI Surakarta. Namun tidak langsung istirahat, para karateka langsung melanjutkan aktifitas mereka dengan beberapa gerakan pemanasan dan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi. Adapun materi  pada gashuku kali ini disampaikan  oleh seorang Instruktur dimana tidak lain dan tidak bukan adalah beliau Bapak Drs. Sumedi Santoso (DAN V FKTI-INKAI Karate Tradisional) yang juga menjabat sebagai Koordinator FKTI KORDA JAWA TENGAH. 

Sejumlah MSH (Masyarakat Sabuk Hitam) JATENG pun turut hadir pada agenda gashuku kali ini, beberapa diantaranya adalah, Bapak Drs. Siswo (DAN V FKTI), Bapak Eko (DAN IV FKTI), Bapak Harianto (DAN III FKTI), Bapak Soemito (DAN III FKTI), Bapak Wagiman (DAN II FKTI), Bapak Agus (DAN II FKTI), Bapak Norman (DAN I FKTI), Sdr. Pur, SH (DAN I FKTI), Sdr. Iskak, SH. (DAN I FKTI) dan Sdr. Zaky, S.Kel (DAN I FKTI).
Gambar. Latihan Bersama Federasi Karate Tradisional Indonesia di Kota Kudus, Jawa Tengah - Doc AbdulRohmanZaky

Beberapa korca FKTI se-Jawa Tengah pun turut meramaikan agenda gashuku kali ini, di antaranya Korca FKTI Kota Surakarta, Korca FKTI Kab. Klaten, Korca FKTI Kab. Sukoharjo, Korca FKTI Kota Semarang, Korca FKTI Kab. Ambarawa, Korca FKTI Kota Kodus dan Korca FKTI Kota Tegal.

Materi yang ditekankan pada gashuku kali ini adalah materi kumite, dimana dalam kumite terdapat peraturan dan porsinya masing-masing di tingkatan marhalahnya, hal ini didasarkan pada tingkatan kumitenya apakah itu gohon kumite, sanbong kumite, kihon ipon kumite, jyu ipon kumite, kyashi kumite, okuri kumite, haipo kumite ataupun jyu kumite...tegas Sensei Medi di sela-sela latihan.

Selain materi teknis dan pembinaan sikap moral yang disampaikan, gashuku kali ini juga menginformasikan pada seluruh karateka tradisional se Jawa Tengah untuk bersiap-siap mengikuti ujian DAN ZONE IV yang akan diadakan pada akhir bulan Februari 2013. Adapun pesan yang disampaikan oleh para MSH Jawa Tengah yang diwaklili oleh Sensei Medi adalah dengan diadakan gashuku kali ini para karateka tradisional se Jawa Tengah akan lebih kokoh, kuat dan tegas terhadap komitmennya untuk tetap berpegang teguh pada manhaj Karate Tradisional, karena ini merupakan sebaik-baiknya manhaj karate sebagaimana yang diwariskan oleh Shihan Gichin dan Shihan Nakayama (JKA, SKI, ITKF). Jayalah Terus FKTI ...!

FKTI KORCA KOTA SEMARANG SUKSES MENGADAKAN GASHUKU

Gambar 1. Keluarga Besar INKAI Karate Tradisional Dojo Kodim 07 33 BS Kota Semarang. Doc&Design-AbdulRohmanZaky

Pagi 28 Oktober 2012 suasana KODIM 07 33 BS Kota Semarang tidak biasanya. Pasalnya sejumlah 100 lebih karateka tradisional baik dari sabuk putih hingga hitam sedang berlatih di lapangan tenis KODIM. Hadirnya 100 lebih karateka tradisional tersebut merupakan agenda rutin semesteran FKTI-INKAI Karate Tradisional KORCA KOTA SEMARANG. Latihan bersama atau biasa diistilahkan dengan gashuku ini dipimpin dan diinstrukturi oleh sejumlah MKT (Majelis Karate Tradisional) Kota Semarang, beberapa diantaranya Drs. Siswo (DAN V  INKAI Karate Tradisional), Bapak Harianto ( DAN III  INKAI Karate Tradisional), Bapak Madjid (DAN III  INKAI Karate Tradisional), Ibu Yayuk ( DAN III  INKAI Karate Tradisional-DAN II JKA Indonesia), Bapak Wagiman (DAN II INKAI Karate Tradisional), Bapak Salim (DAN I  INKAI Karate Tradisional), Sdr. A.R. Zaky, S.Kel (DAN I INKAI Karate Tradisional) dan Sdr. Ray ( DAN I JKA Indonesia)

Gambar 2. Para peserta gashuku bersemangat melakukan push up pada sesi warming up
Doc-AbdulRohmanZaky

Gashuku  INKAI Karate Tradisional-FKTI Korca Kota Semarang kali ini bertemakan "SEMANGAT KEKELUARGAAN UNTUK FKTI YANG LEBIH BAIK". Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 WIB, diawali dengan registrasi peserta, lari keliling bundaran tugu Kota Semarang dan pemanasan, materi, cooling down, ramah tamah, dokumentasi dan penutup.

Sejumlah karateka tradisional junior sangat antusias sekali dalam mengikuti kegiatan kali ini. Selain dari aspek materinya yang bermanfaat dalam penyamaan gerakan dan teknik, para karateka tradisional ini juga dapat saling mengenal dan menjalin ukhuwah sesama karateka tradisional se Kota Semarang khususnya dan seluruh karateka tradisional yang ada di belahan bumi ini pada umumnya.

Gambar 3. Para peserta gashuku bersemangat melakukan "gyaku chudan". Tampak seorang instruktur memimpin latihan. Doc-AbdulRohmanZaky

Materi yang disampaikan merupakan seputar kihon (gerakan dasar), kumite dan kata. Adapun yang ditekankan pada gashuku kali ini adalah kihon, begitulah kata Bapak Siswo selaku instruktur pada gashuku kali ini. Akhirnya gashuku ini pun dikatakan berhasil karena mampu meghadirkan lebih dari 100 karateka tradisional se Kota Semarang dimana mereka berasal dari berbagai background dojo yang berbeda. Dojo-dojo tersebut di antaranya, Dojo KODIM 07 33 BS, Dojo SMAN 6,  Dojo SMKN 6, Dojo SDN Purwosari, Dojo MTsN, Dojo SD Semesta, Dojo Bushido-Jatingaleh,  Dojo Bushido-Tembalang,  Dojo MASKAM UNDIP dan Dojo BKKBN Kota Semarang.

Gambar 4. Para peserta gashuku bersuka riang melatih otot perut mereka. Ini salah satu cara untuk menguatkan otot perut. Doc-AbdulRohmanZaky

Dengan terlaksananya agenda gashuku ini, harapannya adalah peningkatan kualitas karateka tradisional yang berkarakter yaitu berkualitas dari segi teknik dan moral...karena inilah komitmen kami sebagai pengurus Korca INKAI Karate Tradisional-FKTI Kota Semarang, tegas Bapak Wagiman yang juga menjabat sebagai koordinator Korca INKAI Karate Tradisional-FKTI Kota Semarang. Majulah Terus FKTI...!


Selasa, 02 Oktober 2012

JUAL KARATE GI (DOGI) MURAH MERIAH SEMARANG, JAWA TENGAH

Bingung cari dogi yang murah dan berkualitas dimana? mau pesen banyak?

kami menjawabnya, Ya di sini tempatnya...!
segera hubungi sdr. Zaky (08562820086)
spesifikasi karate gi (dogi):
  1. Bahan famatex
  2. Celana kolor
  3. Jahitan kuat
  4. Tersedia ukuran S, M, L dan XL
  5. Harga satuan Rp 65.000*
  6. Jika memesan min 50 harga satuannya Rp 62.000*
Sudah banyak yang memesan di sini, khususnya dojo-dojo karate di wilayah Semarang dan sekitarnya.
(di luar semarang harga belum termasuk ongkir)*

(MOHON MAAF CLOSED)

GERAKAN KARATE MEMILIKI KONSEP YANG SERUPA DENGAN GERAKAN SHOLAT

Salam Karate OSH...!

Artikel ini merupakan pemikiran penulis, di sini penulis mencoba menyampaikan pemikirannya dan tidak ada niat untuk membanding-bandingkan ataupun menyatakan bahwa gerakan karate lebih baik dengan gerakan sholat, naudzubillahi min dzalik.

Pernahkah kalian berlatih karate? bagaimana gerakannya? membingungkan? membosankan? terlalu banyak aturan....harus ini, harus itu, tidak boleh ini, tidak boleh itu, sudutnya harus pas, lebarnya pun demikian...
itulah beberapa pertanyaan-pertanyaan yang pernah terlintas di benak penulis ketika berlatih karate tradisional di awal-awal pembelajaran.

Sekitar 5 tahun yang lalu penulis meminjam buku karate yang berjudul "The Art of Empty Hand" yang disusun oleh Sensei Hidetaka Nishiyama. Buku yang dipinjam dari seorang teman tersebut kemudian penulis copy (maklum ketika itu masih pelajar). Tentunya buku karate pertama yang penulis miliki itu langsung penulis baca kemudian ada yang menarik di dalam buku tersebut, tepatnya pada bab kihon dimana di sana di jelaskan bentuk-bentuk kihon yang benar, manajemen power, speed dan pernapasan.

Begitu detailnya buku itu menggambarkan suatu gerakan dasar karate, mulai dari sudut-sudutnya hingga fungsi-fungsinya. Hal ini mengingatkan penulis dengan sikap ketika sholat dimana memang gerakan sholat sudah baku dengan fungsi dan maknanya masing-masing.

Mungkin bisa diibaratkan jika seorang muslim sholat dengan gerakan sholat yang tidak baku (ittiba' ila rosul) maka jelas akan mengurangi nilai sholatnya bahkan Rasululloh SAW dalam suatu riwayat pernah menyuruh salah seorang sahabat untuk mengulangi sholatnya hingga 3 kali disaksikan oleh para sahabat yang lain. Tentunya selain ini dimaksudkan sebagai pelajaran yang baik bagi sahabat tersebut dan juga kepada sahabat-sahabat yang menyaksikannya.

Hal yang serupa memang benar adanya di gerakan karate dimana memang ketika seorang karateka tidak mengikuti (ittiba') aturan baku karate maka tentunya gerakan yang di lakukan tidak dapat maksimal sehingga manfaat dari gerakan tersebut tidak didapatinya.

Berdasarkan pemikiran penulis di atas maka timbul beberapa pertanyaan:
  1. Apakah gerakan karate merupakan bagian dari suatu ritual ibadah? (selain dari unsur beladiri, olahraga dan seni)
  2. Jika memang demikian, apakah karate merupakan suatu agama? selama ini para karateka memahaminya sebagai suatu ajaran/jalan hidup sebagai seorang karateka 
Terlepas pernyataan di atas memang begitu besar dan dalam makna dari karate itu sendiri sehingga penulis melepas diri dari segala keburukan yang terdapat di dalamnya serta mengambil kebaikan yang ada padanya. Wallahu'alam bishowab...

Senin, 01 Oktober 2012

JADWAL LATIHAN RUTIN FKTI KORCA KOTA SEMARANG

Salam Karate OSH...!



Bagi anda yang berminat untuk bergabung dengan FKTI dan berdomisili di Kota Semarang silahkan datang ke dojo-dojo kami yang tersebar di sejumlah lokasi di Kota Semarang, berikut kami sampaikan diantaranya:

Dojo FKTI KODIM 07 33 BS: hari Minggu jam 08.00 - 10.00 WIB
Dojo FKTI SMAN 6 Semarang: hari Rabu jam 13.00 - 15.00 WIB
Dojo FKTI Kelurahan Tembalang (UNDIP):  hari Kamis dan Sabtu jam 16.00 - 18.00 WIB
Dojo FKTI Masjid Kampus UNDIP Tembalang: hari Rabu jam 16.00 - 17.30 WIB
dsb.

untuk lebih jelas dapat menghubungi sdr. Zaky (08562820086)


BULAN OKTOBER FKTI KORCA KOTA SEMARANG SIAP MENGADAKAN UJIAN KYU

Salam Karate OSH...!

Sesuai dengan program kerja semesteran dan intruksi Korda FKTI Jawa Tengah maka bulan Oktober tahun 2012 ini FKTI Korca Kota Semarang siap mengadakan ujian kyu secara serentak se Kota Semarang. Berkaca dengan ujian semester lalu yang sukses diikuti oleh 60 karateka se Kota Semarang maka panitia ujian kyu kali ini meningkatkan kinerja demi suksesnya agenda ini, begitulah kata seorang pengurus FKTI Korca Kota Semarang di sela-sela latihan rutin di Dojo FKTI Kodim 07 33 BS Kota Semarang.

Korca FKTI Kota Semarang mengharapkan melalui ujian kyu kali ini diharapkan mampu melahirkan karateka-karateka yang berkualitas baik dari aspek keilmuan, moral dan loyalitas terhadap organisasi. 


Senin, 25 Juni 2012

FKTI KORDA JATENG SIAP SABET EMAS DI MENPORA CUP 2012, BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN

Ahad, 24 Juni 2012 - 09.00 WIB. Sejumlah karateka tradisional FKTI Korca Kota Semarang melaksanakan latihan di Kodim 07 33 BS. Latihan kali ini berbeda dengan latihan rutin yang dilakukan biasanya dimana ini dilakukan sebagai persiapan atlet dalam even bergengsi kejuaraan karate tradisional yang dilaksanakan 2 tahun sekali yaitu Menpora Cup, Seacom Cup dan Japan Ambassador Cup 2012. Kejuaraan kali ini akan diselenggarakan pada tanggal 2 - 5 Juli 2012 dan bertempat di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dimana FKTI Korda Kalimantan Selatan hadir sebagai tuan rumah dan penyelenggaran kegiatan tersebut. Hadirnya FKTI Korda Kalsel sebagai penyelenggara tidak lepas dari usaha mereka dalam even yang serupa 2 tahun lalu di Kota Surabaya, Jawa Timur yaitu sebagai juara umum maka sebagai kewajibannya adalah menjadi tuan rumah sekaligus penyelenggara even ini di tahun 2012.

Pada saat yang sama, sejumlah karateka tradisional FKTI Korca Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Semarang juga melakukan TC yang dipusatkan di kampus ISI Surakarta. TC kali ini langsung diinstrukturi oleh Ketua Korda FKTI Jawa Tengah, Drs. Sumedi Santoso (DAN V FKTI). Nantinya seluruh atlet dari korca-korca tersebut akan tergabung dalam TIM MENPORA CUP 2012 FKTI KORDA JATENG. FKTI Korda Jateng berkomitmen dan optimis untuk menyabet medali emas terutama pada kelas yunior, yaitu pada kategori kata perorangan pa/pi, kata beregu, kumite perorangan pa/pi, fukugo pa/pi.

Salam Karate Osu (Osh....!)

Selasa, 05 Juni 2012

KEJUARAAN KARATE TRADISIONAL ANTAR PELAJAR SE JAWA TENGAH III PIALA KETUA KONI KOTA SEMARANG I

Salam Karate Osh...!

Alhamduillah Federasi Karate Tradisional Korca Kota Semarang telah sukses menyelenggarakan Kejuaraan Karate Tradisional Antar Pelajar Se Jawa Tengah III yang memperebutkan Piala Ketua KONI Kota Semarang I. Even bergengsi karate tradisional ini dilaksanakan selama dua hari (26 - 27 Mei 2012) dan bertempat di gedung BALATKOP (belakang Swalayan ADA Banyumanik, Kota Semarang). Even yang serupa pun pernah dilaksanakan di tempat yang sama pada dua tahun silam dimana even tersebut memperebutkan Piala Walikota Semarang I dan dihadiri sekaligus dibuka oleh Bapak Walikota Semarang.
Gambar 1. Piala Ketua KONI Kota Semarang I

Pada even Piala Ketua KONI Kota Semarang I ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintahan Kota Semarang, perwakilan KONI Kota Semarang, perwakilan KODAM IV Diponegoro, Komandan KODIM 0733BS Kota Semarang, Ketua Korda FKTI JATENG dan segenap Masyarakat Sabuk Hitam Karate Tradisional Jawa Tengah. Selanjutnya even ini dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Komandan KODIM Kota Semarang yang juga menjabat sebagai Ketua Karate Kota Semarang yaitu Bapak Letkol Inf Ibnu Jarwadi.
 Gambar 2. Tampak Letkol Inf. Ibnu Jaswadi memukul gong bertanda Kejuaraan Karate Tradisional Se JATENG III Piala Ketua KONI Kota Semarang I resmi dibuka.

Even ini turut didukung dan diikuti oleh sejumlah korca-korca FKTI di Jawa Tengah, antara lain: Korca Kota Semarang (tuan rumah), Korca Kota Surakarta, Korca Kabupaten Kudus, Korca Kota Tegal, Korca Kabupaten Tegal, Korca Kabupaten Klaten, Korca DI Yogyakarta, Korca Kabupaten Wonogiri, Korca Kabupaten Semarang, Korca Kabupaten Jepara dan Korca Kabupaten Demak. Setidaknya even ini melibatkan 100 atlet karate tradisional dan 30 wasit/juri yang berasal dari sejumlah korca-korca FKTI di Jawa Tengah.
 Gambar 3. Kihon Ipon Kumite dalam babak penyisihan kumite kelompok umur 11 - 12 tahun pa/pi

Selanjutnya dapat dikatakan bahwa keberhasilan even ini adalah diberlakukannya sistem pertandingan karate tradisional dimana untuk kategori kumite yunior (<18) disesuaikan dengan marhalahnya (tingkatan kyu-nya) dengan sistem penilaian yang mengacu pada form penilaian standar karate tradisional. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan kategori kumite senior (>18) yang menggunakan sistem poin dengan penekanan pengontrolan diri pada atlet sehingga resiko cedera dapat diminimalisir bahkan nyaris tidak ada.
Memang terbukti adanya dengan diberlakukan sistem pertandingan ini pada even tersebut dapat dikatakan tidak ada yang mengalami cedera serius. Hal ini menginspirasi pada sejumlah korca-korca FKTI di Jawa Tengah untuk tetap istiqomah dan yakin terhadap sistem pertandingan karate tradisional.

Gambar 4. Penyerahan piala dan piagam kepada atlet

Pada akhirnya juara umum Kejuaraan Karate Tradisional Se Jawa Tengah III Piala Ketua KONI Kota Semarang I berhasil diraih oleh Korca Kota Surakarta. Selanjutnya Piala Ketua KONI Kota Semarang I diserahkan langsung oleh pengurus harian Korca FKTI Kota Semarang yaitu Bapak Wagiman. 
Gambar 5. Tampak Sensei Medi (paling kanan) dan Pak Nuralim (tengah mengenakan batik) beserta jajaran wasit dan juri

Kami segenap panitia  Kejuaraan Karate Tradisional Se Jawa Tengah III Piala Ketua KONI Kota Semarang I mengucapkan selamat kepada Korca Kota Surakarta yang telah berusaha secara maksimal sehingga dapat meraih juara umum pada even kali ini. Adapun untuk korca-korca peserta yang belum berhasil meraih juara umum pada even ini tidak perlu patah arang karena harapan itu masih ada.
 Gambar 6. Suasana Pembukaan Kejuaraan Karate Tradisional Se Jawa Tengah III Piala Ketua KONI Kota Semarang I

Tidak lupa kami selaku panitia mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada sejumlah pejabat pemerintah Kota Semarang, Ketua KONI Kota Semarang, Komandan KODAM IV Diponegoro, Komandan KODIM 0733BS Kota Semarang, Ketua Korda FKTI JATENG, Masyarakat Sabuk Hitam Karate Tradisional Jawa Tengah, tamu undangan (pihak sekolah, media massa dsb) dan segenap Korca FKTI se Jawa Tengah, begitu pula dengan semua pihak yang telah berjuang dan mensukseskan even ini.

Harapan kami selaku panitia, semoga even kali ini mampu menginspirasi teman-teman karateka tidak peduli darimanapun aliran ataupun klub saudara. Mari bersama-sama kita berjuang dan membangun dunia karate Indonesia ke arah yang lebih baik. Hormat kami FKTI Korca Kota Semarang...Salam Karate Osh...! wal hamdulillah...

Rabu, 16 Mei 2012

WANT TO SELL KARATE T-SHIRT




WANT TO SELL KARATE T-SHIRT: JUAL KAOS ANEKA BELADIRI READY STOCK DAN PRE ORDER 

Bagi anda pecinta dan pelaku beladiri, kurang lengkap rasanya jika belum memiliki souvenir beladiri yang anda cintai...maka jqpandanus memenuhi dahaga anda tersebut dengan menawarkan aneka souvenir aneka beladiri.Produk kami saat ini tersedia kaos dan aneka sticker cutting. Silahkan bagi anda yang berminat dapat segera menghubungi 08562820086 dengan sms ataupun call.

 Gambar 1. Tampak kaos ready stock   

Deskripsi kaos: berbahan katun kombet 20s dan 24s, sablon rubber, ukuran gambar > A4 - A3, tersedia ukuran S, M, L, XL (tergantung dari stock yang ada), harga Rp 80.000,00 (Indonesia-exclude ongkir)
kami berlokasi di Kota Semarang dan silahkan bagi peminat yang berdomisili di Semarang dan sekitarnya dapat COD di SPBU UNDIP, Tembalang  
Gambar 2. Desain kaos "In Karate There is No First Attack" (designed by jqpandanus
  
Kami juga menerima reseller dengan harga murah meriah (minimal order 20 pcs/desain).
Terima kasih atas perhatian anda....:)

URGENSI REKRUTMEN DAN STRATEGI REKRUTMEN


"URGENSI REKRUTMEN DAN STRATEGI REKRUTMEN"
1. Pendahuluan
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
(QS. Ash-Shaff : 4)
Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu”.(QS. At-Tahrim : 6)
Aset berharga dan termahal bagi suatu pergerakan dakwah tidak dapat dilihat hanya dari  seberapa banyak dana dan fasilitas yang dimiliki oleh suatu agen pergerakan dakwah. Namun lebih dari itu semua, hal yang mendasar bagi keberlanjutan dakwah ini selain syiar adalah aspek kaderisasi. Sedemikian penting aspek ini bagi suatu pergerakan dakwah sehingga Rasululloh SAW pun turun langsung dalam membina para shahabat beliau demi terciptanya kader yang berkualitas dalam segi ukhrowi maupun duniawi. Sejarah telah mencatat bahwa kader-kader yang dibina oleh Rasululloh SAW memiliki rasa loyalitas dan totalitas dalam mendukung dan berjuang demi tegaknya kalimat Allah ta’ala di bumiNYA ini. Dari penjelasan singkat di atas maka perlu sejumlah upaya yang istiqhomah untuk “menkonservasi” yaitu melindungi, menjaga, dan melestarikan aspek kaderisasi ini.  Mungkin apa jadinya jika aspek kaderisasi ini mati dalam suatu pergerakan dakwah, maka sudah pasti akan terbayang dibenak kita bahwa yang akan terjadi adalah tidak ada lagi yang melanjutkan estafet dakwah ini dalam suatu lingkup tertentu sehingga hal ini sudah barang tentu akan mengancam dakwah itu sendiri. Na’udzubillahi min dzalik.
2. Urgensi Rekrutmen
Beberapa definisi rekrutmen yang di dapat dari berbagai sumber, yaitu proses menarik masuk seseorang ke dalam barisan da’wah (Lembaga Dakwah) untuk kemudian dibina, dilakukan penyeleksian/penyaringan SDM yang siap dibentuk:
·         Berpotensi mengubah diri
·         Berpotensi mengubah orang lain
Berburu bakat. “manusia itu seperti barang tambang, yang terbaik di masa jahiliyyah tebaik juga dalam Islam”.
Agar dakwah tidak jalan di tempat atau bahkan mundur, diperlukan sebuah proses i’dad/persiapan; kaderisasi. Allah ta’ala pernah berfirman: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka..” (QS An Nisa : 9). Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Melakukan rekrutmen seoptimal mungkin. Mengapa seoptimal mungkin, bukan sebanyak mungkin? Jangan sampai nanti kadernya banyak justru sulit mengelola, malah menjadi permasalahan sendiri. Kata kuncinya adalah keoptimalan. Disinilah kekuatan data berperan penting. Rekrutmen pastinya masuk dalam salah satu bagian alur kaderisasi Lembaga Dakwah, dengan berbagai strateginya, dengan berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan. Atau dengan istilah lain dengan berbagai pintu masuknya.
Namun kita jangan lupa peran dari kader yang sudah ada di Lembaga Dakwah yang utama untuk fungsi perekrutan. Kaderlah ujung tombak dari proses rekrutmen. Disini dakwah fardhiyah (personal) yang utama. Sebagus apapun acara untuk merekrut kader, kalau ujung tombaknya tak mau berdakwah fardhiyah, maka hasilnya sulit untuk sesuai yang diharapkan. Di sini kualitas kader sangat menunjang. Satu lagi catatan, dalam rekrutmen kita jangan hanya terpatok pada waktu rekrutmen yang ada pada alur kaderisasi. Tapi rekrutmen selayaknya dilakukan sepanjang masa kepengurusan. Pada fungsi ini, keberhasilan adalah pada terpenuhinya kuantitas kader.
Pada aspek kaderisasi perlu diperhatikan pula bahwa yang dikejar tidak hanya semata-mata poin kuantitas namun juga poin kualitas, sebagaimana  Allah ta’ala berfirman dalam QS. Ali Imron : 146-148. Pertama, Nabi membutuhkan pengikut dalam jumlah yang besar sebagai barisan mujahid fi sabilillah. Kedua,  mereka memiliki kualitas yang handal dalam medan perjuangan; tidak mudah lemah (‘adamu al wahn), tidak mudah lesu (‘adamu adh dha’fu), tidak gampang menyerah (‘adamu al istikanah). Ketiga, mereka adalah orang-orang yang menyadari kelemahan dan kesalahan diri. Maka, fokus kerja kaderisasi, yaitu: (1) to raise the quantity (numu al kamiyah), kuantitas (2) to develop the quality (numu an nau’iyah), kualitas (3) to build up the competence (numu al qudrah).
Fungsi kaderisasi ini meliputi proses-proses pendataan; rekrutmen kader; ri’ayah (penjagaan) dan tarqiyah (up grading); penataan dan pengkaryaan; serta mutaba’ah (control & monitoring). Untuk mendukung proses-proses tersebut diperlukan pula koordinasi dan komunikasi antar elemen Lembaga Dakwah. Dan yang tak kalah penting adanya elemen Lembaga Dakwah yang memang bertugas khusus mengampu proses ini. Ada elemen yang khusus mensistemkan bagaimana kaderisasi di Lembaga Dakwah, bagaimana alurnya, bagaimana standar mutu kader Lembaga Dakwah yang harus dicapai sistem kaderisasi Lembaga Dakwah, bagaimana pembagian peran elemen-elemen Lembaga Dakwah dalam fungsi kaderisasi, dsb.
3. Strategi Rekrutmen
Jika kita ingin mengkaji terkait strategi rekrutmen maka sudah barang tentu kita harus mengaca kepada Rasululloh SAW. Umumnya pola rekrutmen yang diterapkan oleh beliau adalah  melalui qudwah hasanah beliau. Beliau menjadi suri tauladan yang baik tidak hanya bagi shahabat-shahabat beliau namun juga kepada musuh – musuh beliau sehingga hal ini menimbulkan rasa simpatik dan akhirnya menarik mereka untuk menjadi pengikut Rasululloh SAW. Sebagaimana firman Allah ta’ala: “Telah ada pada diri Rasululloh SAW suri tauladan yang baik bagi kalian”. Kemudian dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, “Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.
Adapun setelah rekrutmen dinilai berhasil maka perlu dilakukan tahapan dalam proses kaderisasi : Tansyi’ah wal tanmiyah: Pembentukan dan pengembangan Ri’ayah: Pemeliharaan Taujih wal tauzhif: Pengarahan dan pendayagunaan
Tansyi`ah wal tanmiyah (pembentukan dan pengembangan) : Yaitu membentuk dasar kemampuan seorang kader sebagai calon penerus amanah dan mengembangkan dasar kemampuan tersebut, termasuk bila seorang kader memiliki kelebihan atau bakat ternentu. Dalam proses tansyi`ah harus memperhatikan tiga sisi penting yaitu : Pembentukan ruhiyah ma`nawiyah: kekuatan moral dan ruhi (liqoat/mentoring, mabit) Pembentukan Fikriyah Tsaqofiyah: kekuatan fikir (diskusi, bedah buku, taklim) Amaliyah Harakiyah: kemauan bertindak. (membantu dalam kepanitiaan dan kegiatan) Juga pengembangan secara terus menerus Tansyi`ah wal tanmiyah (pembentukan dan pengembangan)
Ar Ri`ayah (pemeliharaan) : Kepribadian Islami yang sudah atau mulai terbentuk harus dijaga dan dipelihara ma`nawiyah, fikriyah dan amaliyahnya Proses kaderisasi selalu dimutaba`ah (dikontrol) dan ditaqwim (dievaluasi) sehingga jangan sampai ada yang berkurang, menurun atau melemah.
At Taujih (pengarahan) dan At Tauzhif (Pemberdayaan). : Pengembangan kader tidak boleh berhenti pada aspek pribadi, tapi juga bagaimana kader tersebut berperan dalam melakukan perbaikan. Karenanya diperlukan pengarahan dan penempatan dalam aktivitas-aktivitas dakwah, dengan memperhatikan kualitas, kelebihan, dan kekurangan masing-masing.
4. Kesimpulan
1.      Urgensi Dakwah, Allah ta’ala pernah berfirman: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka..” (QS An Nisa : 9).
2.      Strategi rekrutmen dapat disesuaikan dari lingkungan masing-masing, namun pola rekrutmen hendaknya disesuaikan dengan apa yang pernah dicontohkan oleh Rasululloh SAW, yaitu dengan uswatun hasanah.
Wallahua'lam bi showab... 

Sumber:
LDK : Akankah Hanya Menjadi Fondasi  yang Tak Kunjung Kokoh Berdiri?
Proses Kaderisasi : Proses Kaderisasi Diskusi Online IPTIJ – 9 Agustus 2010
Proyek Peradaban Kita (Ditulis oleh Anis Matta, diambil dari buku “Menikmati Demokrasi)
Ibnu, Abdul Malik. 2000. Sehari di Rumah Rasululloh SAW. Gema Insani Press: Jakarta.

SEKILAS TENTANG WUSHU

 "SEKILAS TENTANG WUSHU"

Pada masa dulu dan juga sekarang masih sering kita dengar kata-kata “Berlatih Kung Fu”, sedikit sekali yang mengatakan berlatih Wushu. Memang sampai saat ini penggunaan istilah Wushu diseluruh dunia belum beragam. Sebab sejarah perjalanan Wushu ke arena olahraga masih pendek dan belum dikenal dan diketahui secara luas. Bila diselami setindak lebih mendalam ke lapisan kebudayaan, Wushu menyangkut falsafah klasik Tiongkok, seni dan kedokteran tradisional dan bidang-bidang lain.  

Di dalam sejarah kebudayaan tiongkok, terdapat sumber-sumber Wushu yang beraneka ragam. Dalam beberapa ribu tahun ini, istilah-istilah yang digunakan bermacam-macam. Istilah yang paling banyak digunakan wuyi atau dalam penterjemahan sebagai martial art. Setelah memasuki abad ke-20 ini istilah Wushu mulai populer. Sebelumnya orang-orang menggunakan dialek Cantonese dan Hokkian, yaitu menggunakan istilah “Kunthao”. Di dunia barat justru istilah “Kung Fu” yang paling populer, oleh karenanya orang menjadi bingung. Istilah Kung Fu sebagai pronome Wushu sesungguhnya diciptakan dan dibawa pulang ke benua Eropa oleh para penginjil Perancis yang berhasil mendalami teknik Qigungdari para Taoist. Pada tahun 60-70an berikut film Kung Fu yang dibintangi oleh eksponen Wushu “Bruce Lee”, istilah Kung Fu menjadi buah bibir tua dan muda.

Kung Fu sebenarnya secara literal berarti kemampuan yang diperoleh dari ketekunan latihan atau dapat diartikan sebagai skill, workmanship, art. Maka peribahasa Tiongkok berkata: “Asalkan Kung Funya (ilmu atau latihannya) mendalam, ibarat tongkat besi diasah menjadi jarum”. Maknanya ialah asalkan kita tekun apa saja yang kita jalani atau pelajari, semuanya akan berhasil. Wushu harus bisa mencapai “Kung Fu” atau dengan tekun menguasai teknik yang mendasar, kokohkan fondasinya, kembangkan teknik dan tenaga.
Apa sebetulnya pengertian Wushu itu?


  Gambar 1. Sama halnya dengan beladiri yang lain Kung Fu mengandalkan kecepatan, ketepatan dan kekuatan dalam tekhniknya (sumber: searching di google)

Wushu berarti ilmu beladiri dan ilmu perang zaman dulu dari Tiongkok. Wushu mempunyai sejarah yang cukup lama dengan mengikuti kemajuan zaman dan keperluannya. Wushu mengandung paham IN-YANG (positif-negatif) sebagai dasar serta mengikuti perkembangan sejarah, akhirnya mempunyai bentuk untuk mengolah diri dan raga, untuk pengobatan dan untuk melatih mental yang dipakai untuk melatih ketentraman. Akhirnya Wushu dari Ilmu Gerak Badan dan Beladiri melangkah menjadi Ilmu Olahraga atau dengan kata lain Wushu dari arena perang berubah ke arena olahraga yang dipertandingkan.

Materi Wushu cukup kaya/banyak, golongannyapun juga banyak. Setiap golongan mempunyai gaya, teknik dan karakte tersendiri tapi pada umumnya teknik berlatih dan pelaksanaannya banyak persamaannya.

Wushu mengutamakan kekuatan dan kelenturan yang saling menunjang. Di dalam kekuatan mengandung kelenturan dan di dalam kelenturan mengandung kekuatan. Nan Quan mempunyai sebutan ganas, kuat dan bertenaga, pada pelaksanaannya tidak selalu harus kuat dan bertenaga. Sebelum mengeluarkan kekuatan harus menyimpan tenaga dulu baru diledakkan tenaganya.

Wushu mengutamakan tenaga dalam dan luar yang harus bersatu, keharmonisan gaya yang alamiah (bentuk luar), gerak tangan, mata dan tubuh serta kekuatannya sehingga tercapai kharisma dan wibawa. Wushu selalu memperhatikan Chi (energi) yang diendapkan di meridian Tan Tien dan mengaturnya. Wushu mengutamakan penyaluran tenaga dalam, otot dan tendon secara lancar, baik, logis dan tepat. Wushu sport dari permulaan mengutamakan Chi yang harus bisa menembus terus menerus, tidak terputus-terputus. Walaupun kekuatannya berkurang tapi Chi-nya tetap bersambung.


Sejak awal perkembangan Wushu, pelatihan Wushu sudah terbagi menjadi dua bagian/jurusan; yang pertama untuk ketahanan fisik, lazim dinamakan qigong atau ilmu pernapasan; yang kedua untuk bertempur secara fisik, lazim dinamakan waigong atau teknik tempur.
Gambar 2. Tekhnik wushu yang lentur dan lincah menghasilkan rangkaian jurus yang indah namun mematikan (sumber: searching di google)

Ilmu pernapasan sering disertai gerakan senam guna melengkapi pelatihannya. Dalam menunjang pelatihan waigong (seni tempur), mereka juga dilengkapi serial latihan gerakan dasar untuk mempersiapkan ketahanan jasmani; gerakan ini menyerupai senam tetapi tidak seberat standar yang dituntut senam sehinga ia lebih mudah dilakukan oleh orang banyak. Bagi mereka yang terlalu berat ikut olahraga senam, Wushu merupakan pilihan terbaik untuk mengembangkan bakat olahraga dan seni keindahan gerakan badan. 

Pelatihan gerakan-gerakan dasar Wushu memang tidak seberat patokan cabang olahraga senam, tetapi sama sekali tidak boleh dianggap enteng. Objek penempaan fisik hampir mencakup seluruh bagian anggota badan, mulai kepala sampai ujung kaki. Seperti jari-jari dan hasta tangan, siku, lutut, telapak tangan dan kaki, tulang punggung dan bahu, refleksi mata dan telinga, dsb. Sesuai kondisi masing-masing latihan dapat dimulai sejak usia enam tahun sampai usia lanjut. Gerakan Wushu komplit; meliputi berjalan, lari, lompat, teknik pukulan dan tendangan, keseimbangan, salto, kip, push up dan lain-lain.

Hasil yang dicapai latihan Wushu tidak kalah dengan cabang olahraga atletik maupun renang karean sama-sama mencangkup keseluruhan ketahanan tubuh. Keuntungan berlatih Wushu sebagaimana terurai di atas, masih akan diraih keuntungan di samping seperti ketajaman kewaspadaan lingkungan, karena dalam pelatihan seseorang dituntut mewaspadai lawan; keserasian gerakan dan reaksi anggota tubuh lebih gesit, demikian pula kepercayaan akan kemampuan diri dalam menghadapi tantangan yang tidak diinginkan.


Sampai kini pecinta Wushu di dunia internasional setiap hari bertambah banyak. Ini semua bukan tidak berdasar, tapi disebabkan karena Wushu mempunyai cara berlatih yang berharga (bernilai). Banyak yang telah membuktikan bahwa dengan berlatih Wushu bisa meningkatkan daya tahan tubuh, membeladiri dari penyakit dan mengadakan pengobatan secara terapi. Siapapun mengetahhui bahwa Wushu adalah seni Ilmu Beladiri yang bisa dipakai untuk menyerang dan menangkis serangan. Melalui latihan Wushu kita bisa belajar teknik beladiri dari serangan musuh dan penyakit. Wushu sudah sejak ribuan tahun selalu memakai filsafat sopan santun, mengutamakan moral dan moral ini merupakan syarat utama. Melalui latihan Wushu manusia menjadi tenang, tidak sombong serta saling menghormati antar sesama manusia, dapat mengendalikan diri secara sempurna. (dari berbagai sumber)
 



SELAMAT DATANG DI WEBSITE jqpandanus